Showing posts with label Dampak BBM. Show all posts
Showing posts with label Dampak BBM. Show all posts

Friday, March 16, 2012

Bensin Eceran Rp. 7.000 per liter


Cianjur, (HC online).- Harga BBM (Bahan Bakar Minyak) belum dinaikan secara resmi oleh pemerintah, tapi di sejumlah daerah di cianjur malah sudah naik harganya, menurut pemantaun berita21.com di cianjur dan cilaku di sejumlah pedagang eceran harga Bensin di jual dengan harga Rp. 7.000.
Ini akibat dari kurangnya pasokan BBM dari pertamina ke pom bensin di wilayah cianjur, oleh karena itu SPB- pun membatasi penjualan BBM secara eceran, bahkan sejumlah SPBU tidak melayani pembelian dengan menggunakan drigen 25 kilogram (red : pedagang eceran) karena khawatir tidak bisa menjual ke pengedara motor dan mobil. 
Seorang pedagang eceran di jalan soreang-cilaku Iwan (29) menuturkan “ saya sekarang menjual bensin eceran 7.000 per liter kemarin sih 6.000 tapi akhir-akhir ini susah mau beli ke SPBU, ya mau gimana lagi. Tapi masih banyak yang beli ke saya” tuturnya pada Kamis (15/03/12) kepada HC Online
Hal senada juga di sampaikan oleh pengedara motor Firman “ Saya beli 7.000 dimana-dimana sama, pokoknya pedagang eceran. Kalau beli di pom antrinya panjang dan suka kehabisan, ya terpaksa beli eceran”tuturnya.
Sementara itu Kadisperindag Yudi  Adhi Nugroho belum mengetahui kejadian ini, bahkan dirinya mengaku baru mendengar harga bensin eceran dinaikan, namun dirinya berjanji akan mencoba menurunkan team di lapangan guna menertibkan kejadian ini. 

Read More

Puluhan Mahasiswa Cianjur Demo Kenaikan BBM

 
CIANJUR, (HC online).- Puluhan mahasiswa di Cianjur kembali menggelar aksi demo tolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Senin (12/3). Massa gabungan dari berbagai organisasi kemahasiswaan ini, melakukan aksi di Bundaran Tugu Ngaos, Mamaos dan Maenpo serta Gedung DPRD Kabupaten Cianjur.
Dalam aksinya mahasiswa sempat melakukan penyanderaan pada mobil tangki yang membawa BBM saat melintas di depan Bundaran Tugu Qur'an, namun aksi tersebut dapat digagalkan petugas Polres CIanjur yang mengawal unjuk rasa. Beberapa mahasiswa pun sempat adu mulut dengan petugas.
Sampai di salah satu SPBU di Jalan Abdulah bin Nuh, mahasiswa melakukan aksi mencoret SPBU dengan tulisan "Tolak Kenaikan BBM". Aksi tersebut pun sempat membuat jalan akses Cianjur - Sukabumi tersebut mengalami kemacetan.
"Kenaikan harga BBM jelas akan memicu kenaikan harga lainnya. Apakah hal tersebut tak menjadi pertimbangan pemerintah dalam membuat kebijakan. Jika hal tersebut terjadi, yang dirugikan adalah rakyatnya sendiri. Oleh karenanya, kami dengan tegas menolak harga BBM, kalau tetap dipaksakan, secara tegas kami meminta agar SBY-Boediono untuk mundur dari jabatannya," ucap koordinator Aksi, Eka Pratama.
Saat melakukan aksi di DPRD, mahasiswa melakukan bakar ban dan membakar foto SBY. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah yang mengeluarkan kebijakan yang dinilai tidak pro rakyat.
Saat melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD, mahasiswa sempat melakukan "sweeping" ke beberapa ruangan anggota dewan. Mereka sempat ricuh ketika tidak ada satu pun anggota dewan berada di ruangan. Sampai akhirnya Ketua DPRD Cianjur, Gatot Subroto menerima para mahasiswa untuk berdialog.
Dalam dialog tersebut, mahasiswa menginginkan agar para anggota dewan Cianjur memberikan pernyataan secara tertulis turut menolak kenaikan harga BBM per 1 April mendatang.
Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Gatot Subroto mengatakan pada prinsipnya apapun kebijakan yang memberatkan rakyat pasti sebagai wakil rayat juga akan menolak kebijakan tersebut. Akan tetapi, penolakan terhadap kebijakan kenaikan harga BBM tersebut, telah melalui pertimbangan positif dan negatifnya.
Mahasiswa pun meminta Gatot untuk menandatangi kesepakatan yang berisi bahwa DPRD Cianjur menolak kebijakan kenaikan harga BBM dan rencananya surat kesepakatan itu akan dilayangkan ke DPR RI dan akan dibacakan saat melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara Jakarta


Read More

Followers

About Me